CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »
Patterned Text Generator at TextSpace.net

Jumat, 15 April 2011

TIK Project (Sketch Up 8)

Orang pacaran wakakak
Ruang Makan tanpa dinding
Ruang awal
Halaman
Rumah Tampak Belakang
Seluruh Rumah

Project TIK rumah minimalis . By. Almas Safira Nadyaputri .
Biarpun cacat tapi gua bangga ,pertama kalinya gua bisa bikin rumah . Makaciii Bapakku tecintha udah ngajarin.

Just a message of feeling

Inilah perasaanku
Dan apa yang kumau
Perasaan yang kutumpahkan
Pada secarik lembar
Dalam kumpulan kata

Minggu ini bertambah buruk.
Padahal aku kira gak akan ada masalah sampai UN nanti.
Padahal aku kira semua akan berjalan baik.
Seperti hari itu. Ketika senyumku terus merekah.

Kata Goodnight itu kayaknya merupakan sesuatu yang paling ingin aku ucapkan.
Sekali lagi setidaknya setelah dua minggu terakhir.
Rasanya arti ucapan tunggal seperti itu yang ingin aku dengar lagi.
Namun, entah mengapa aku merasa gak akan pernah mendengarnya lagi.

Kalau seandainya Tuhan bisa kabulkan apa yang aku minta.
Aku ingin kembali ke awal tahun ini.
Memperbaiki semuanya. Dan menghabiskan waktuku denganmu.
Jika kutahu semuanya akan begini.

Kalau seandainya Tuhan bisa kabulkan apa yang aku minta.
Aku ingin Tuhan kaburkan pengelihatanku sesaat
Ketika sebuah pemandangan yang enggan kulihat .
Hadir di depanku. Membuatku bisu beribu kata.

They hold their hands each other in front of me.
They kissing in front of me.
The hugging in front of me.
Talk so funny in front of me.
Like they wanna kill me.

Kupalingkan wajah saat mereka bersama.
Kugoreskan senyum saat mereka bertanya.
Dan kuteteskan air mata saat mereka tak ada.
Ya rasanya lega untuk sesaat.

Kudapat lakukan semuanya untukmu.
Apapun. Kecuali satu. Hidup tanpamu.
Namun kini hanya satu rasa yang aku rasakan.
Entah rasa apa, namun sangat pilu
Kurasakan sosokmu kini menjauhiku ..
Ya.. Aku takmungkin tahu.

Hari ini ulang tahun ibuku.
Ia sodorkan kue ulang tahunnya di depanku dan mengajakku bersama.
Bernyanyi untuknya.
Aku harap ia tak melihatku menangis saat itu. Untungnya.
Awalnya aku berniat menolak. Karena hatiku kini tak mampu menumpu kegembiraan.

Namun apa daya.
Ia ibuku. Senyumnya tak dapat membuatku menolak.
Akupun bernyanyi bersama.
Namun setiap larik kuberhenti, tangisku tertahan .
Untungnya ibu tak melihat.
Ketika aku mengaca pada lilin.
Yang pantulkan butir jernih yang mengalir deras.

Ia menawarkan sepotong kue padaku.
Namun aku menolak. Kukatakan aku lelah dan ingin istirahat.
Aku hanya tak ingin ia melihatku menangis.
Dan bertanya kenapa. Karena aku tak mungkin menjawab namamu di depannya.

Maaf dan maaf.
Terus kuketik beribu kata dan kukirimkan padamu.
Maaf menganggu tapi kurindukanmu.
Walau kau tak membalas satupun dari pesanku.

Maaf dan maaf
Kutekan nomor dan kuhubungimu.
Maaf menganggu tapi kuingin dengar sahutan unikmu
Walau kau tak menjawab semuanya untukku

Setiap saat aku berharap.
Ketika aku menutup mata dan membukanya.
Namamu tertera disana.
Dilayar ponselku. Dan kejutkanku dengan kata mu.

Namun walau kututup mataku.
Untuk waktu yang lama.
Namamu tak sama sekali disana.
Walau hanya sekedar kata sapa.

Dan setiap malam aku menunggu.
Pesanmu . Hanya pesanmu. Hanya itu yang kumau.
Dan sampai penunjuk hitam pada jam berhenti diangka duabelas.
Mataku tetap terpaku pada layar ponsel yang semu.
Tanpa namamu.

Dan setiap malam kuhela nafasku
Satu pesanku terbalas satu pesanmu
Dua pesanku tak ada jawab darimu
Walau kumenunggu, sampai setengah waktu

Dan betapa sakitnya ketika kutau
Kau telah terpejam dalam mimpi indahmu
Lupakanku karena kau tak mampu
Buka matamu untuk pertanyaanku

Apa boleh buat
Yang bisa kulakukan hanya tersenyum
Walau sebenarnya aku enggan .
Karena kutau itu hakmu . Dan akan selalu menjadi hakmu.
Setidaknya satu pesanmu berarti satu senyuman buatku.

Dan setiap malam aku terjaga enggan terpejam.
Satu satunya yang kubayangkan adalah masa lalu
Aku tersenyum dan tertawa
Kadang kutitikan air mata
Seandainya kenangan indah itu tak pernah terjadi
Maka tak akan ada kenangan seperti ini.

Dan ketika kuajak kau untuk berjalan bersamaku.
Kadang kau lupakan itu. Kau bersama temanmu.
Namun aku hanya bisa menatapmu.
Berbalik dan tinggalkanku.

Dan ketika kau berjalan bersamaku
Kau memaksaku untuk berjalan cepat. Karena kau inginkan rumahmu.
Namun tak kau tau apa yang kumau.
Yang kumau adalah hentikan waktu. Dan menatapmu.
Selama mungkin sampai aku puas tersenyum dihadapanmu.
Dan terus tersenyum sepanjang malamku.

Maafkan aku .
Bukan maksudku untuk menghinamu.
Bukan maksudku merasa kurang atas kasihmu
Namun.
Aku hanya ingin katakan apa yang tak bisa kukatakan.

Hai dengarlah.
Sebenarnya ingin kuucapkan namun kutamampu.
Berkata padamu apa yang kumau.
Karena ketika melihat wajahmu aku bahagia.
Ketika kutau tak selamanya kau ada.

Maka dengarlah.

"Katakan saja padaku semua yang terjadi maka kuberjanji tak akan aku marah padamu, namun sampai kini
,enggan kau katakan maksudmu lakuiku "

"Aku ingin kau disini untukku dan temaniku, karena aku tak mampu berdiri sendiri tanpamu,
Kau terlanjur kukenal dan kucintai, maka kembalilah sebelum ku menyesali pertemuanku denganmu"

"Aku merasa dunia berniat membunuhku ketika mereka tertawa di depanku dan membuatku sedih,
ketika kutau bahwa dirimu semakin menghilang dari pandanganku"

"Aku ingin kau mengerti bahwa perasaanku berbeda dengan perasaanmu, perasaanku takan pernah
terkikis , walaupun nanti rasa itu perlahan hilang dari hatimu"

"Aku ingin kau paham mengapa aku menangis untukmu, bukan karena aku berlebihan dan ingin dikasihani,
namun karena aku takut, jika nanti kau pergi dan tak kembali lagi "

"Katakan saja padaku semua yang terjadi maka kuberjanji tak akan aku marah padamu, namun sampai kini
,enggan kau katakan maksudmu lakuiku "

Maka berjanjilah.

"Jangan pernah pergi .. Lagi"
 

Sabtu, 09 April 2011

10th April 2011

Entah kenapa gue ngerasa kalo hidup gue kurang.
Ketika gue membutuhkan sesuatu maka gue akan sangat membutuhkannya.
Gue emang anak yang mudah akrab sma orang lain, namun gue bukanlah anak yang gampang berteman.
Itulah yang nyebabin gue sayang sama sgala sesuatu yang udah ngelengkapin hidup gue.
Namun gue ngerasa nyesel, bahwa gue udah nyia nyiain temen gue begitu aja.
Gue juga nyesel udah maksa cowo gua buat terus ada sama gue.
Dan sekalinya dia ada buat gue, gue ngerasa bahwa hidup gue udah lengkap, dan dengan mudah ngelupain temen temen gue yang perhatian dan baik sama gue.
Hingga akhirnya ketika cowo gue gak lagi disini, entah untuk sementara atau selamanya, dalam arti gua lagi ‘galau’ . Temen temen yang baik dan perhatian itupun ga ada disini, mereka gak lag isms ataupun menghibur gua, sekalinya mereka sms atau nelpon, gue pasti ngegalau. Dan gue jadi ga mood bales.
Padahal kelengkapan sesungguhnya itu bukan Cuma cowo gue, tapi temen temen gue, cowo gue juga berawal dari seorang temen akrab, yang selalu nemenin gue tiap hari. Sama aja kaya temen temen gue, yang kini gue bikin marah, gua PHP in , dan gue sangat nyesel.
Entah apa, kayu telah menjadi abu, hal yang tidak mungkin kembali.
Namun gue harus tetep kuat, dan percaya kalo semuanya bisa berjalan baik lagi. Kayak dulu :’)

Gue bukanlah orang yang pergaulannya luas, ataupun sebagainya. Hidup gue Cuma dirumah dan dirumah. Gue jarang keluar, karena gue gakpunya temen sebaya di sekitar. Kalaupun yang Cuma beda setahun, pasti dia lagi pergi terus sama temen temennya.  Gue punya temen yang temennya banyak, mereka temen gue dan kita sering ngobrol bareng di sekolah. Tapi saying gue gak bgitu akrab. Jadi setiap event penting, gue juga jarang diajak.
Gue deket banget sama anak anak yang rumahnya jauh jauh. Ciputat-BSD . Gue pengen main, tapi orang tua gua selalu ngambil tindak, “Kamu gaboleh make motor jauh jauh” . Yap. Tepatnya Cuma lingkup Pamulang aja gue bisa main. Gue pengen main disaat gua bête, dan lagi temen temen gue gabisa kesini, soalnya mereka merupakan anak anak yang terproteksi sama orang tuanya. Kerja mereka belajar tiap hari. Dan berpaket paket materi udah dikerjain padahal ini liburan, mau apalagi gue gabisa apa apa, guepun ikutan belajar, berpaket paket pun selesai sama gue di liburan yang lumayan ini, tapi apa gak bosen? Jelas jelas gue makin lama makin bosen. Segala pikiran dan masalahpun numpuk. Dan bikin gue pengen nangis kenceng. Ketika tau kalo disini ga ada siapa siapa buat nenangin gue.
Itulah awal karakter gue terwujud. Kenapa gue suka egois dan maksa orang buat selalu ada dan mentingin gue. Dimana gue selalu belajar tapi gara gara stress nilai gua bukannya bagus tapi malah jelek. Itu kenapa gue selalu ga nerima kekalahan. Dan itu kenapa gue selalu ngerasa kayak pengecut. LIFE CREATE YOURSELF .
I NEED MORE FRIENDS . I NEED MORE FUN