Inilah perasaanku
Dan apa yang kumau
Perasaan yang kutumpahkan
Pada secarik lembar
Dalam kumpulan kata
Minggu ini bertambah buruk.
Padahal aku kira gak akan ada masalah sampai UN nanti.
Padahal aku kira semua akan berjalan baik.
Seperti hari itu. Ketika senyumku terus merekah.
Kata Goodnight itu kayaknya merupakan sesuatu yang paling ingin aku ucapkan.
Sekali lagi setidaknya setelah dua minggu terakhir.
Rasanya arti ucapan tunggal seperti itu yang ingin aku dengar lagi.
Namun, entah mengapa aku merasa gak akan pernah mendengarnya lagi.
Kalau seandainya Tuhan bisa kabulkan apa yang aku minta.
Aku ingin kembali ke awal tahun ini.
Memperbaiki semuanya. Dan menghabiskan waktuku denganmu.
Jika kutahu semuanya akan begini.
Kalau seandainya Tuhan bisa kabulkan apa yang aku minta.
Aku ingin Tuhan kaburkan pengelihatanku sesaat
Ketika sebuah pemandangan yang enggan kulihat .
Hadir di depanku. Membuatku bisu beribu kata.
They hold their hands each other in front of me.
They kissing in front of me.
The hugging in front of me.
Talk so funny in front of me.
Like they wanna kill me.
Kupalingkan wajah saat mereka bersama.
Kugoreskan senyum saat mereka bertanya.
Dan kuteteskan air mata saat mereka tak ada.
Ya rasanya lega untuk sesaat.
Kudapat lakukan semuanya untukmu.
Apapun. Kecuali satu. Hidup tanpamu.
Namun kini hanya satu rasa yang aku rasakan.
Entah rasa apa, namun sangat pilu
Kurasakan sosokmu kini menjauhiku ..
Ya.. Aku takmungkin tahu.
Hari ini ulang tahun ibuku.
Ia sodorkan kue ulang tahunnya di depanku dan mengajakku bersama.
Bernyanyi untuknya.
Aku harap ia tak melihatku menangis saat itu. Untungnya.
Awalnya aku berniat menolak. Karena hatiku kini tak mampu menumpu kegembiraan.
Namun apa daya.
Ia ibuku. Senyumnya tak dapat membuatku menolak.
Akupun bernyanyi bersama.
Namun setiap larik kuberhenti, tangisku tertahan .
Untungnya ibu tak melihat.
Ketika aku mengaca pada lilin.
Yang pantulkan butir jernih yang mengalir deras.
Ia menawarkan sepotong kue padaku.
Namun aku menolak. Kukatakan aku lelah dan ingin istirahat.
Aku hanya tak ingin ia melihatku menangis.
Dan bertanya kenapa. Karena aku tak mungkin menjawab namamu di depannya.
Maaf dan maaf.
Terus kuketik beribu kata dan kukirimkan padamu.
Maaf menganggu tapi kurindukanmu.
Walau kau tak membalas satupun dari pesanku.
Maaf dan maaf
Kutekan nomor dan kuhubungimu.
Maaf menganggu tapi kuingin dengar sahutan unikmu
Walau kau tak menjawab semuanya untukku
Setiap saat aku berharap.
Ketika aku menutup mata dan membukanya.
Namamu tertera disana.
Dilayar ponselku. Dan kejutkanku dengan kata mu.
Namun walau kututup mataku.
Untuk waktu yang lama.
Namamu tak sama sekali disana.
Walau hanya sekedar kata sapa.
Dan setiap malam aku menunggu.
Pesanmu . Hanya pesanmu. Hanya itu yang kumau.
Dan sampai penunjuk hitam pada jam berhenti diangka duabelas.
Mataku tetap terpaku pada layar ponsel yang semu.
Tanpa namamu.
Dan setiap malam kuhela nafasku
Satu pesanku terbalas satu pesanmu
Dua pesanku tak ada jawab darimu
Walau kumenunggu, sampai setengah waktu
Dan betapa sakitnya ketika kutau
Kau telah terpejam dalam mimpi indahmu
Lupakanku karena kau tak mampu
Buka matamu untuk pertanyaanku
Apa boleh buat
Yang bisa kulakukan hanya tersenyum
Walau sebenarnya aku enggan .
Karena kutau itu hakmu . Dan akan selalu menjadi hakmu.
Setidaknya satu pesanmu berarti satu senyuman buatku.
Dan setiap malam aku terjaga enggan terpejam.
Satu satunya yang kubayangkan adalah masa lalu
Aku tersenyum dan tertawa
Kadang kutitikan air mata
Seandainya kenangan indah itu tak pernah terjadi
Maka tak akan ada kenangan seperti ini.
Dan ketika kuajak kau untuk berjalan bersamaku.
Kadang kau lupakan itu. Kau bersama temanmu.
Namun aku hanya bisa menatapmu.
Berbalik dan tinggalkanku.
Dan ketika kau berjalan bersamaku
Kau memaksaku untuk berjalan cepat. Karena kau inginkan rumahmu.
Namun tak kau tau apa yang kumau.
Yang kumau adalah hentikan waktu. Dan menatapmu.
Selama mungkin sampai aku puas tersenyum dihadapanmu.
Dan terus tersenyum sepanjang malamku.
Maafkan aku .
Bukan maksudku untuk menghinamu.
Bukan maksudku merasa kurang atas kasihmu
Namun.
Aku hanya ingin katakan apa yang tak bisa kukatakan.
Hai dengarlah.
Sebenarnya ingin kuucapkan namun kutamampu.
Berkata padamu apa yang kumau.
Karena ketika melihat wajahmu aku bahagia.
Ketika kutau tak selamanya kau ada.
Maka dengarlah.
"Katakan saja padaku semua yang terjadi maka kuberjanji tak akan aku marah padamu, namun sampai kini
,enggan kau katakan maksudmu lakuiku "
"Aku ingin kau disini untukku dan temaniku, karena aku tak mampu berdiri sendiri tanpamu,
Kau terlanjur kukenal dan kucintai, maka kembalilah sebelum ku menyesali pertemuanku denganmu"
"Aku merasa dunia berniat membunuhku ketika mereka tertawa di depanku dan membuatku sedih,
ketika kutau bahwa dirimu semakin menghilang dari pandanganku"
"Aku ingin kau mengerti bahwa perasaanku berbeda dengan perasaanmu, perasaanku takan pernah
terkikis , walaupun nanti rasa itu perlahan hilang dari hatimu"
"Aku ingin kau paham mengapa aku menangis untukmu, bukan karena aku berlebihan dan ingin dikasihani,
namun karena aku takut, jika nanti kau pergi dan tak kembali lagi "
"Katakan saja padaku semua yang terjadi maka kuberjanji tak akan aku marah padamu, namun sampai kini
,enggan kau katakan maksudmu lakuiku "
Maka berjanjilah.
"Jangan pernah pergi .. Lagi"
Parangtritis
9 tahun yang lalu





