CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »
Patterned Text Generator at TextSpace.net

Rabu, 16 Maret 2011

Tiger Woods



Tiger Woods (lahir terlahir dengan nama Eldrick Tont Woods  30 Desember 1975; umur 35 tahun). Ia lahir sebagai keturunan Afro-Amerika-Thailand.

Dia menjuarai Turnamen Masters tahun 1997 pada usia 21 tahun dan 3 bulan, menjadi juara termuda dalam sejarah. Dia juga memenangi empat gelar Major berturut-turut dimulai dari US Open 2000 hingga Masters 2001; peristiwa ini disebut "Tiger Slam", karena bukan diperoleh "dalam satu musim".

Namanya (Tiger) berasal dari nama panggilan sahabat ayahnya, seorang Vietnam bernama Nguyen Phong. Sang ayah, Earl Woods adalah seorang prajurit pada Perang Vietnam: anggota Beret Hijau. Ibunya, Kultida, berasal dari Thailand. Pada Oktober 2004, ia menikah dengan model asal Swedia, Elin Nordegren. Pada 18 Juni 2007, istrinya melahirkan anak perempuan di sebuah rumah sakit di Los Angeles, California, Amerika Serikat tengah malam. Anak perempuan pertamanya diberi nama Sam Alexis Woods. Kelahiran bayi itu hanya berselang setahun setelah ayahnya meninggal dunia.

Namun Sukses tidak hanya diukur dari sekedar prestasi yang membubung tinggi. Karena itu akan mendatangkan arogansi, membuat lupa diri dan kehilangan akal sehat. Sukses harus memberi berkat, menjadi inspirasi positif bagi orang lain, bukan melukai atau melecehkan.

Dunia kembali dikejutkan nasib malang seorang pegolf terkenal dunia di puncak suksesnya. Di layar kaca, 19 Februari 2010 lalu, Tiger Woods menggelar konferensi pers yang mengejutkan. Kali ini bukan soal prestasinya di dunia golf. Padahal, bagi saya selama ini, Tiger Wood adalah pegolf terkenal dunia, dengan segala sumber inspirasi yang melekat pada dirinya.

Dari sebuah ruang yang terkesan ekslusif, di markas besar PGA Tour di Ponte Vedra Beach Florida, Amerika Serikat, dengan disaksikan ibunya dan sekitar 40 orang, dalam liputan media yang cukup luas, suami dari Elin Nordergen itu mengumumkan permintaan maaf kepada publik.

Woods mengaku berselingkuh dengan 12 perempuan dan akhirnya memutuskan mundur dari dunia golf dalam waktu yang belum ditentukan. Perbuatan tak terpujinya justru karena prestasinya sebagai pegolf terkenal dan menghasilkan banyak uang. ”Uang, ketenaran memudahkan saya mengakses godaan,”ujar Tiger Woods.

Woods menggambarkan tindakannya sebagai ”tidak bertanggungjawab dan hanya memikirkan diri sendiri”. Di puncak prestasinya, seharusnya Woods dapat membahagiakan keluarganya dan menjadi inspirasi bagi dunia, yang dilakukannya justru justru sebaliknya.

Pengakuannya cukup mengangetkan dunia. ”Membuat denyut lantai bursa Wall Street di New York, AS Seolah terhenti,” seperti dikutip harian Kompas, 21 Febriaru 2009.

Satu hal yang membuat saya kagum atas Woods. Kejujuran Tiger Woods mengumumkan permohonan maaf dirinya pantas mendapat acungan jempol. Sebuah sikap yang jarang atau bahkan sering ditutup-tutupi. Tak banyak orang seberani Tiger Woods. Di tengah-tengah perbuatannya yang tidak terpuji, dia masih memberi teladan.